
Figure 1TIM PISN 2025 Usahid Surakarta
Surakarta, 5 Desember 2025-Universitas Sahid Surakarta (Usahid) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dan setara bagi semua pihak. Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Usahid Surakarta menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Solo Raya yang berpartisipasi aktif bersama Pemerintah Kabupaten Klaten dalam kegiatan Festival Seni dan Budaya Disabilitas 2025.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menggandeng anak-anak disabilitas dari Sanggar Insan Harapan, Klaten. Festival ini merupakan puncak dari rangkaian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025, sebuah program yang telah mendapatkan dukungan dana hibah dari Kemendiktisaintek. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat menyalurkan kreativitas mereka melalui seni, sekaligus membuktikan bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
Rangkaian kegiatan PISN dimulai dari tahap sosialisasi, praktek melukis, hingga workshop yang melibatkan para pendamping dan mahasiswa Usahid. Hasil karya anak-anak disabilitas kemudian dipamerkan kepada masyarakat luas sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk semakin memahami pentingnya kesetaraan dalam pendidikan dan kehidupan sosial.
Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini disampaikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Pj Sekda Kabupaten Klaten. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Usahid Surakarta sangat penting untuk memperkuat gerakan inklusi di masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor Universitas Sahid Surakarta, Dr. Sri Huning Anwariningsih, S.T., M.Kom. Dalam wawancara, beliau menekankan bahwa Usahid Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang berkeadilan. “Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong anak-anak berkebutuhan khusus untuk lebih mandiri melalui karya-karya yang mereka ciptakan. Universitas Sahid Surakarta akan terus berupaya menjadi bagian dari solusi dalam membangun pendidikan yang inklusif dan setara,” ujar Dr. Sri Huning.
Kehadiran Usahid Surakarta dalam Festival Seni dan Budaya Disabilitas 2025 menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional terkait inklusi sosial dan pendidikan. Melalui program ini, Usahid tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan ruang yang ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Sahid Surakarta berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan inklusi, sehingga pendidikan yang setara benar-benar dapat terwujud di Indonesia.
