Akademi menawarkan program studi kefarmasian yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga farmasi di sektor pelayanan kesehatan, industri, dan penelitian. Pada halaman program studi dan kurikulum, akademi menegaskan penggunaan kurikulum yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan kompetensi lulusan terukur.
Kurikulum menggabungkan mata kuliah teori dan praktik laboratorium — termasuk farmasetika, farmakologi, kimia farmasi, teknologi sediaan, dan manajemen apotek — serta praktik klinik dan magang industri. Hal ini memungkinkan mahasiswa memperoleh keterampilan meracik obat, analisis mutu, dan pelayanan informasi obat (PIO). Penerapan OBE menekankan pengukuran capaian pembelajaran (CPL) sehingga lulusan memenuhi standar profesi tenaga teknis kefarmasian.
Akademi juga menyesuaikan kalender akademik dan peta kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja modern, serta menekankan kompetensi etika profesi, komunikasi pasien, dan pengelolaan mutu. Bagi calon mahasiswa, memahami struktur kurikulum membantu memetakan jalur karier — mulai praktik apotek hingga peluang di industri farmasi dan penelitian
