Semnas ketiga, Usahid Angkat Tema Peluang dan Tantangan Pemanfaatan AI

Universitas Sahid (Usahid) Surakarta menggelar seminar nasional hasil riset dan kegiatan pengabdian (Senriabdi), Rabu 6 Desember 2023. Seminar nasional ini merupakan seminar ketiga yang digelar oleh Usahid, atau merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2021. Kegiatan seminar diikuti oleh 300-an peserta, perwakilan dari 35 instansi baik dari Jawa maupun luar Jawa, perguruan tinggi negeri maupun swasta, antara lain Akprin Yogyakarta, Universitas Bengkulu, Universitas Pakuwan Bogor, ITT Telkom Purwokerto, Universitas Sebelas Maret, Univet Sukoharjo, Univet Jawa Timur, Usahid Surakarta, Universitas Merdeka Malang, Polteknik Negeri Samarinda, Universitas Wijaya Putra Surabaya, Universitas Serelo Lahat Sumsel, Untag Surabaya, Universitas Brawiya, Universitas YPPI Rembang, Universitas Darusalam Gontor, Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Janabadra Yogyakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Duta Bangsa, serta Universitas Satya Wacana Salatiga, Universitas Sultan Agung Semarang, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Seminar kali ini menghadirkan tema “Peluang dan tantangan perguruan tinggi dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan data mining”. Seminar menghadirkan narasumber Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T., M.Kom., Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan dan Robotika Universitas Indonesia serta Dr. Eng. Ganjar Alfian, S.T., M.Eng Dosen Departemen Teknik Elektro dan Informatika Universitas Gadjah Mada. Prof Wisnu mengatakan bahwa masyarakat harus dapat mengikuti perkembangan teknologi. Kecanggihan teknologi pada satu sisi memang dapat mengancam peradaban manusia namun jika dapat dimanfaatkan dengan baik, justru memanusiakan peradaban manusia.
Rektor Universitas Sahid Surakarta, Sri Huning Anwariningsih, S.T., M. Kom., dalam sambutannya mengatakan jika seminar nasional bertema “Tantangan dan Peluang Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Teknologi Kecerdasan Buatan” diadakan sebagai wadah untuk membahas bagaimana lembaga pendidikan tinggi dapat memanfaatkan potensi AI sambil mengatasi berbagai hambatan yang mungkin muncul, termasuk peranannya dalam mempengaruhi struktur dan kurikulum perguruan tinggi. Rektor menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus beradaptasi termasuk dalam penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kemajuan teknologi. Para dosen harus mampu meningkatkan kapasitasnya termasuk harus melakukan kolaborasi antar bidang sehingga dapat menghasilkan inovasi yang berkualitas, yang memberikan dampak positif tak hanya bagi mahasiswa namun juga bagi masyarakat. Dalam pemanfaatan AI yang harus diperhatikan, sebagaimana disampaikan narasumber seminar adalah pada aspek etika dan keamanan dalam penggunaan teknologi AI. Artinya, pemanfaatan teknologi AI harus mampu memberikan manfaat positif tanpa menimbulkan dampak negatif yang serius bagi individu atau masyarakat.
Ketua Panitia, Bekti Nugrahadi, S.T., M.T, menjelaskan, pelaksanaan seminar dibagi dalam dua sesi, dimana sesi pertama penyampaian materi narasumber, sesi kedua penyajian materi dari pemakalah. Para pemakalah dibagi ke dalam 12 break room. Senriabdi 2023 didukung oleh Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Instititus Agama Islam (INAIS) Sahid Bogor, Universitas Merdeka Malang, sebagai co-host. Pelaksanaan seminar nasional ini juga merupakan bentuk implementasi kerja sama yang dilakukan antar perguruan tinggi.Semnas ketiga, Usahid Angkat Tema Peluang dan Tantangan Pemanfaatan AI

sydney night

thepubtheatre

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *