
Dosen Universitas Sahid (Usahid) Surakarta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di luar negeri, yakni terhadap para pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia, Minggu 10 Desember 2023. Kegiatan pengabdian dilakukan oleh dosen yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Prodi Psikologi, Faqih Purnomosidi, S.Psi. M.Psi.
Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan bimbingan, dukungan dan semangat kepada para pekerja migran yang berada di tempat penampungan kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI). Sekitar 80 orang PMI yang bekerja di negeri jiran tersebut, diserahkan oleh pemerintah setempat karena bermasalah dalam hal dokumen. Situasi mereka menciptakan beban emosional tersendiri karena proses kepulangan yang memerlukan penyelesaian berbagai dokumen yang memakan waktu. “Mereka ini semuanya perempuan. Kontrak kerja mereka sebenarnya belum semuanya habis namun ternyata dokumen-dokumennya bermasalah sehingga dikembalikan atau harus dipulangkan ke Indonesia melalui KBRI,” jelas Faqih Purnomosidi.
Para PMI ini telah tinggal dalam penampungan untuk jangka waktu yang cukup lama, bahkan ada yang telah berada di sana selama sekitar delapan bulan. Ketidakpastian dan ketegangan dalam menunggu pemulangan telah menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi pekerja migran. “Rasa jenuh di penampungan, sudah ingin pulang, kangen keluarga, namun tidak bisa ngapa-ngapain selain menunggu, sisi itu yang kami kelola,” tambah Faqih.
Faqih Purnomosidi menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian tersebut bertujuan untuk membantu para PMI dalam mengelola emosi, membimbing untuk tetap menjaga kebahagiaan dan mengubah rasa kecewa yang mereka rasakan. Fokusnya adalah pada pengelolaan emosi yang sehat, memberikan stimulus untuk menjaga keseimbangan mental, serta memberikan saran tentang langkah yang bisa diambil setelah kembali ke Indonesia.
Para PMI diberikan edukasi tentang berbagai peluang yang tersedia setelah mereka kembali ke tanah air, termasuk menempuh pendidikan lebih tinggi atau membangun bisnis sendiri. “Kegiatan pengabdian ini mengangkat tema tentang regulasi emosi, yaitu bagaimana cara mengelola emosi agar tidak terjebak terlalu lama pada fase yang sulit,” ujar Faqih.
Diharapkan, bimbingan dan dukungan yang diberikan kepada para PMI ini dapat membantu mereka menghadapi tantangan emosional yang mereka alami dan memberikan pandangan positif terhadap masa depan setelah kepulangan ke Indonesia.



