HomeBeritaDari Sumpah Ners Usahid ke-17 Lulus Pendidikan Ners, Mahasiswa Sumpah Naik Sepeda

Dari Sumpah Ners Usahid ke-17 Lulus Pendidikan Ners, Mahasiswa Sumpah Naik Sepeda


Banyak cara dilakukan orang untuk mengungkapkan rasa syukur atas kebahagiaan atau pencapaian yang didapat. Adalah Wagiyanto, mahasiswa Universitas Sahid (Usahid) Surakarta yang dinyatakan lulus pendidikan profesi ners dan disumpah pada Kamis (18/01/2024). Sebagai bentuk sukacita, ia naik sepeda dari tempatnya bekerja di Rumah Sakit Kustati di daerah Pasar Kliwon menuju kampus lokasi sumpah dilaksanakan di Jl Adi Sucipto Jajar Laweyan Kota Surakarta. Jarak tempatnya bekerja dengan kampus yang sekitar delapan kilometer, tidak menyurutkan semangatnya. Padahal, dalam kesehariannya, ia mengaku selalu menggunakan sepeda motor, terutama bila bekerja yang berjarak tidak kurang dari dua kilometer. Namun, demi merayakan kelulusannya, ia rela menggunakan tenaganya untuk mengayuh sepeda berwarna birunya. Sebelum jam delapan pagi, ia telah sampai di kampus, berganti kostum dari kaus dengan setelan jas hitam. Tidak lama ia pun segera bergabung dengan 25 rekan lainnya yang turut disumpah pada hari itu, di Graha Sarjana, lantai empat Usahid Surakarta. Pria berusia 41 tahun tersebut menyatakan sumpah ners merupakan momen khusus. Ia tak menyangka mampu menyelesaikan Pendidikan profesi dan dinyatakan lulus uji kompetensi. “Membayangkannya saja dulu sangat berat dan akhirnya bisa lulus, ini istimewa,” terang sosok yang telah bekerja sebagai perawat selama belasan tahun tersebut. Wagiyono menjelaskan saat ini ia bekerja di unit cuci darah dan unit gawat dadurat RS Kustati dan telah bekerja di sana selama sepuluh tahun. Sebelum bekerja di sana, ia mengatakan telah bekerja di beberapa tempat layanan kesehatan antara lain Rumah Sakit Assalam Gemolong Sragen. Selama menempuh Pendidikan di Usahid Surakarta, Wagiyono mengatakan mendapatkan banyak teman dan pengalaman baru serta mendapatkan dosen pengampu dan pembimbing yang kompeten. Dosen Pendidikan Profesi Ners Usahid Surakarta, Fajar Alam Putra, mengatakan bahwa Wagiyono termasuk peserta didik yang cerdas dan rajin. Ia lulus dengan indek prestasi kumulatif (IPK) 3,88 dengan masa tempuh studi selama dua semester. “Beliau aktif, bersemangat, dan menjadi koordinator dari teman-temannya yang sesama dari rumah sakit.” Kata Fajar.
Sementara itu Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Ners Usahid Surakarta, Vitry Dyah Herawati, menjelaskan pada sumpah ners ke-17 ini terdapat 26 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai seorang ners. Untuk menjadi ners, mahasiswa harus lulus uji kompetensi dan BTCLS (basic trauma cardiac life support). Uji kompetensi meliputi 12 stase antara lain stase dasar, keperawatan medikal bedah, gawat darurat, maternitas, manajemen keperawatan, jiwa, keluarga, dan gerontik. Untuk BTCLS merupakan bentuk ujian dalam menangani atau pertolongan pertama masalah kegawat daruratan pada pasien. Para mahasiswa yang disumpah pada kesempatan ini merupakan mahasiswa angkatan ke-18. Vitry menegaskan bahwa pihaknya melakukan upaya maksimal agar para peserta didik dapat lulus dengan maksimal. Bentuk keberhasilan yang diraih dari upaya tersebut adalah pada tahun 2023, Usahid Surakarta dinyatakan sebagai peraih uji kompetensi terbaik nomor satu di Jawa tengah dan nomor 2 peraih kelulusan terbanyak tingkat nasional. Untuk meningkatkan kualitas Pendidikan profesi ners di Usahid Surakarta, Vitry Dyah menyatakan pihaknya berencana menyelenggarakan uji kompetensi secara mandiri, dengan melengkapi syarat terutama berkaitan dengan penambahan laboratorium penunjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *